Picu Pendangkalan, Sampah di Sungai Tayu Bikin Nelayan Cukrik Sulit Melaut
Cholis Anwar
Jumat, 14 Juni 2019 11:17:39
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Bagaimana tidak, pada musim kemarau kondisi air di sungai mengalami penyusutan. Sehingga perahu tidak bisa ke luar dari dermaga yang berimbas pada kurangnya mendapatan para nelayan.
Tidak hanya nelayan, para petani tambak di desa setempat juga merasakan langsung dampaknya. Sebab, air tidak bisa masuk ke tambak sehingga petani tidak bisa memproduksi tambaknya.
"Itu kalau musim kemarau, kalau musim hujan yang kami khawatirkan justru limpasan air sungai ke pemukiman warga. Tetapi untuk aktivitas melaut, justru lebih baik saat musim hujan," kata Kepala Desa Sambiroto, Sulistiono, Jumat (14/6/2019).
Menurut dia, salah satu penyebab utama pendangkalan di sungai ini adalah persoalan sampah. Jalur sungai itu sendiri meliputi beberapa kecamatan, seperti Cluwak, dan Gunungwungkal. Sedangkan muaranya ada di Tayu.
Sampah dari kecamatan-kecamatan tersebut yang dibuang ke sungai terbawa ke arah Tayu, dan menyebabkan semakin parahnya sedimentasi.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



