Warga Pati Ini Hasilkan Untung Melimpah dari Budidaya Nila di Tambak
Cholis Anwar
Sabtu, 15 Juni 2019 13:15:42
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Apalagi bagi masyarakat yang mempunyai lahan pertambakan luas, budidaya nila memang sangat menguntungkan. Hal inilah yang mendasari Zainal Muttaqin, warga Desa Keboromo, Kecamatan Tayu, Pati, lebih memilih budidaya ikan nila di tambaknya.
Zainal bercerita, untuk pembesaran ikan nila hingga siap konsumsi, prosesnya sangat mudah. Dengan memberikan pakan secara cukup setiap pagi dan sore hari, dengan sendirinya pertumbuhan ikan akan lebih cepat.
Dalam kurun waktu tiga hingga tiga setengah bulan, ikan nila sudah bisa dijual. Jadi tidak membutuhkan waktu lama. Setelah itu, air tambak dikuras dan diisi ulang untuk menaruh bibit ikan yang baru.
"Untuk mendapatkan bibit ikan nila sendiri, saya memesan dari Jogjakarta bersama dengan pembudidaya lain. Harganya juga cukup terjangkau," katanya, Sabtu (15/6/2019).
Menurutnya, untuk ikan sebanyak 30 ribu ekor, setidaknya membutuhkan pakan hingga 1,5 ton. Harga pakan sendiri, satu karung berisi 30 kilogram dijual dengan harga Rp 220-240 ribu.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



