Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Informasi yang dihimpun, pukul 09.00 Wib, korban bersama dengan sembilan temannya menuju obyek wisata Lorodan Semar dengan mengendari lima motor. Sesampainya di Tempat Kejadian Perkara (TKP), tepatnya pukul 10.00 WIB, teman-teman korban langsung masuk ke obyek wisata dan menuju air terjun yang paling bawah untuk berenang.

Korban yang diketahui tidak bisa berenang, sebelumnya sudah diperingatkan oleh teman-temannya agar tidak ikut berenang. Namun, saat itu korban tetap nekat membuka baju dan berenang bersama temannya.

Nahas saat masuk ke air itu, rupanya korban terpeleset hingga terjatuh di air yang dalam.

"Saat itu, korban sempat minta tolong dengan memegang kaki salah satu temannya. Namun, pegangan itu ternyata terlepas hingga korban tenggelam dan tidak kelihatan," ujar Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Arianto melalui Kapolsek Kayen AKP Tejo Pramono.

Melihat kejadian itu, lanjutnya, teman-teman korban merasa panik dan langsung meminta bantuan kepada pihak penyelenggara pariwisata Lorodan Semar. Sayang, saat ditemukan korban dalam kondisi lemas dan langsung dilarikan ke RSUD Kayen untuk mendapatkan pertolongan.

"Sampai di RSUD Kayen, korban dinyatakan sudah meninggal dunia," imbuhnya.Meski demikian, pihak RSUD Kayen tetap melakukan pemeriksaan medis. Dari catatan yang diperoleh, pupil mata korban tidak ada reaksi, mulut terdapat cairan berupa busa dan bercak darah."Tidak ada tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. Korban meninggal dunia karena tenggelam atau kekurangan oksigen dan terlalu banyak meminum air," tandasnya. Reporter: Cholis AnwarEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler