Bangkai Kapal di Sungai Juwana Tak Terurus, Nelayan Cukrik yang Kena Dampak
Cholis Anwar
Selasa, 18 Juni 2019 15:10:12
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Apalagi pada saat air pasang, kapal-kapal tersebut dapat menutupi badan sungai, sehingga kapal lain sulit untuk melintas. Kondisi bangkai kapal itu seolah tak terurus dan dibiarkan begitu saja oleh pemiliknya.
Kasatpol Air Polres Pati Iptu Sutamto mengatakan, ada puluhan bangkai kapal atau kapal yang sudah tidak beroperasi, tetapi masih parkir di sekitar TPI. Tentunya hal itu sangat mengganggu kapal lain apabila keluar masuk ke TPI.
"Pertengahan puasa kemarin, banyak kapal tidak aktif yang berada di badan sungai. Sementara para nelayan perahu cukrik tidak bisa lewat. Kan kasihan nelayan kecil itu," katanya, Selasa (18/6/2019).
Dirinya menilai, ada banyak nahkoda maupun pemilik kapal yang bandel dan parkir sembarangan. Padahal, sungai Juwana itu adalah fasilitas umum, yang lewat tidak hanya kapal besar, tetapi juga kapal-kapal kecil.
"Kalau nelayan cukrik itu kan sekali berangkat langsung pulang. Nah, biasanya, saat pulang dia harus menyusuri jalur-jalur sempit di antara kapal besar yang parkir sembarangan itu," ujarnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



