Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Aplikasi tersebut berisi program panduan penanganan gangguan kesehatan pada sapi sejak dini. Termasuk mencantumkan nama dan kontak pribadi petugas kesehatan hewan di wilayah terdekat.

Dalam peluncuran E-Mansisapi yang dilakukan di Dukuh Grobog, Desa Wonorejo, Kecamatan Tlogowungu, Pati, Senin (18/6/2019) itu sekaligus dilakukan pelayanan kesehatan hewan meliputi pengobatan masal, pemberian antiparasit dan pemeriksaan kebuntingan pada sapi sebanyak 100 ekor.

Kepala Dispertan Mokhtar Efendi mengatakan, aplikasi E-Mansisapi merupakan respon atas terbatasnya petugas kesehatan hewan. Saat ini pihaknya hanya memiliki empat dokter hewan dan 17 mantri hewan. Sementara populasi sapi di Pati relatif banyak. Selama ini mereka melakukan pelayanan di 21 kecamatan.

"Aplikasi ini sangat membantu peternak dalam melakukan penanganan dini gejala sakit pada sapi. Di dalamnya terdapat panduan penanganan sederhana dan tradisional," ujarnya.

Penanganan awal itu bertujuan untuk mencegah gejala sakit pada sapi lebih parah sambil menunggu petugas dari Dispertan datang. Apabila sakitnya parah, peternak juga dapat langsung meminta bantuan petugas kesehatan hewan melalui aplikasi tersebut.

"Kami berharap layanan aplikasi ini dimanfaatkan sebaik-baiknya," harapnya.
"Kami berharap layanan aplikasi ini dimanfaatkan sebaik-baiknya," harapnya.Kepala UPTD Puskeswan Distan Pati Andi Hirawadi menambahkan, panduan dalam aplikasi relatif komplet. Mulai dari mendeteksi gejala yang muncul hingga langkah penanganan dini.Menurutnya, E-Mansisapi menyediakan pendeteksian sakit berupa gejala ambruk (ndeprok), belatungan, broyong, demam dan pilek, gatal kulit, kembung, kurus, mencret, mulut berbusa, sakit mata, dan sulit lahir."Panduan penanganan dini atas sakit tersebut kami harapkan dapat mengurangi angka kematian sapi," imbuhnya. Reporter: Cholis AnwarEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler