Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala Disnaker Pati Tri Hariyama mengatakan, selama ini memang masih banyak masyarakat yang belum tahu bahwa ada program transmigrasi bagi warga Pati.

Untuk menarik minat warga, Tri Hariyama memastikan baik pemkab maupun Pemprov Jateng akan memberikan bantuan selama mereka berada di lahan yang nanti akan ditempati.

"Setiap tahun kita memang ada program transmigrasi. Tetapi memang hanya untuk beberapa orang saja," katanya dalam pelatihan tenaga kerja mandiri di Desa Pagendisan, Kecamatan Winong, Pati, Selasa (2/7/2019).

Pihaknya mengungkapkan, pada 2018 lalu ada kuota transmigrasi sebanyak 6 Kepala Keluarga (KK) dengan jumlah 29 jiwa yang diberangkatkan ke Sijunjung, Sumatra Barat. Sementara untuk tahun ini Pati mendapat kuota lima KK di Lamandau, Kalimantan Tengah serta dua KK mendapat jatah di Muna, Sulawesi Tenggara.

"Fasilitas yang disediakan oleh pemkab adalah uang saku yang awalnya Rp 2,5 juta. Sekarang naik menjadi Rp 7,5 juta. Dan tahun ini insya Allah naik lagi menjadi Rp 10 juta,” katanya.

Para transmigrans nantinya juga akan diberikan bekal alat bertani atau sesuai lokasi yang akan ditempati. ”Serta ada tambahan bekal juga dari Pemprov," ungkapnya.
Para transmigrans nantinya juga akan diberikan bekal alat bertani atau sesuai lokasi yang akan ditempati. ”Serta ada tambahan bekal juga dari Pemprov," ungkapnya.Fasilitas lainnya adalah satu unit rumah, lahan seluas 2 hektare, biaya hidup selama 1,5 tahun dari pemerintah.Kebetulan untuk di Kalimantan Utara, merupakan wilayah pasang surut dalam hal ekonomi. Namun menurut dia, seiring berjalannya waktu, perekonomian para transmigran yang berada di sana meningkat dan mereka juga betah."Kami juga mengimbau agar warga transmigrasi dapat sukses. Sebab dengan fasilitas yang diberikan, masyarakat di wilayah transmigrasi diharapkan lebih giat dan produktif. Sehingga taraf kehidupan mereka semakin lebih baik," tandasnya. Reporter: Cholis AnwarEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler