Pati Punya Kuota 7 KK untuk Transmigrasi, Peserta Diberi Uang Saku Rp 10 Juta
Cholis Anwar
Selasa, 2 Juli 2019 16:15:29
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Kepala Disnaker Pati Tri Hariyama mengatakan, selama ini memang masih banyak masyarakat yang belum tahu bahwa ada program transmigrasi bagi warga Pati.
Untuk menarik minat warga, Tri Hariyama memastikan baik pemkab maupun Pemprov Jateng akan memberikan bantuan selama mereka berada di lahan yang nanti akan ditempati.
"Setiap tahun kita memang ada program transmigrasi. Tetapi memang hanya untuk beberapa orang saja," katanya dalam pelatihan tenaga kerja mandiri di Desa Pagendisan, Kecamatan Winong, Pati, Selasa (2/7/2019).
Pihaknya mengungkapkan, pada 2018 lalu ada kuota transmigrasi sebanyak 6 Kepala Keluarga (KK) dengan jumlah 29 jiwa yang diberangkatkan ke Sijunjung, Sumatra Barat. Sementara untuk tahun ini Pati mendapat kuota lima KK di Lamandau, Kalimantan Tengah serta dua KK mendapat jatah di Muna, Sulawesi Tenggara.
"Fasilitas yang disediakan oleh pemkab adalah uang saku yang awalnya Rp 2,5 juta. Sekarang naik menjadi Rp 7,5 juta. Dan tahun ini insya Allah naik lagi menjadi Rp 10 juta,” katanya.
Para transmigrans nantinya juga akan diberikan bekal alat bertani atau sesuai lokasi yang akan ditempati. ”Serta ada tambahan bekal juga dari Pemprov," ungkapnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



