Di Depan Pengurus NU Pati, KH Said Aqil Sebut Ada 4 Jenis Kezaliman Internasional
Cholis Anwar
Minggu, 7 Juli 2019 20:42:53
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Ia menyebut, kezaliman yang pertama yakni kezaliman politik internasional. Dalam hal ini ia menyebut negara-negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB yang dianggap sebagai biangnya.
Said Aqil menilai, anggota tetap Dewan Keamanan PBB seperti Amerika, Inggris, Prancis maupun China punya hak veto yang bisa membatalkan keputusan rapat umum. Meskipun hasil rapat itu telah disetujui 169 negara anggota PBB.
"Meskipun sudah ada keputusan dan sudah disahkan oleh ratusan negara, tetapi kalau Amerika tidak setuju, maka keputusan itu bisa batal. Hal yang sama juga berlaku untuk Inggris, Prancis dan China. Tapi kalau China tidak begitu berperan," ungkapnya.
Hal itu dibuktikan dengan adanya sidang raya PBB yang mengutuk Israil. Tetapi karena Amerika tidak setuju dan akhirnya batal, walaupun keputusan itu sudah di setujui oleh ratusan negara.
Kedua adalah kezaliman bisnis internasional. Ia menilai, permainan bursa ini sangat kentara pada komoditi berupa emas, intan, dan kekayaan alam lainnya.
Namun, yang menentukan harga emas itu adalah bursa internasional. Padahal, Indonesia mempunyai komoditi emas sendiri, tetapi tidak bisa menentukan harga.
Ketiga adalah kedzaliman moneter internasional. Dia mengatakan, dulu nilai tukar tidak harus menggunakan uang. Tetapi karena ada kebijakan moneter, Dolar Amerika Serikat akhirnya menjadi patokan untuk mencetak uang.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



