Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Sekretaris KPA Pati, Hery Supriyono menngatakan, selama rentang tahun 1996 hingga 2019 terdapat sebanyak 1.463 kasus orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Patidan 171 di antaranya meninggal dunia.

"Untuk tingkat kematian ODHA tertinggi terjadi pada tahun 2017 yakni 32 orang dengan 172 kasus yang juga tertinggi," katanya usai memimpin rakor penanggulan narkoba bersama instansi terkait di Ruang Kembang Joyo Setda Pati, Jumat (12/7/2019).

Menurut dia, risiko HIV/AIDS berdasarkan kelompok pekerjaan, pekerja swasta mendominasi statistik pada tahun ini yakni 25 orang. Sementara pekerja seks komersial (PSK) menempati urutan kedua, yakni 13 kasus, dan terakhir ibu rumah tangga ada 8 kasus.

”Hal ini tentu saja menjadi pekerjaan rumah bersama pihak-pihak terkait di Kabupaten Pati, untuk menekan sedini mungkin penyakit ini,” jelasnya.

Melalui kegiatan rakor ini, lanjut Hery, harapannya bisa menekan penyebaran penyakit ini secara bersama-sama. Di antaranya melalui sinergi program dinas terkait.

"Pencegahan dan penanggulangan kami upayan berjalan sinergi antarinstansi. Sehingga bisa menurunkan penyakit yang banyak mendapat stigma buruk ini," ujarnya.Ditambahkan, dalam rapat kordinasi pihaknya mengundang seluruh pihak-pihak terkait dalam rangka menekan penyebaran penyakit tersebut. Mulai dari sinergi kegiatan pencegahan dan  pengobatan."Ini menjadi pekerjaan berat kami untuk bersama-bersama mencegah. Program pencegahan maupun perawatan sudah ada dan akan ditingkatkan," pungkasnya. Reporter: Cholis AnwarEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler