Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Akhir pekan memang biasa digunakan untuk melepas penat. Bagaimana tidak, setelah enam hari disibukkan dengan rutinitas yang menguras tenaga dan pikiran, tubuh dan otak membutuhkan waktu untuk penyegaran maupun bersantai bersama keluarga.

Terkait tempat liburan yang cocok untuk melepas penat dan menyegarkan pikiran itu, MURIANEWS.com mempunyai rekomendasi yang pastinya tidak mengecewakan. Salah satunya adalah di Pantai Mina Mangrove Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Pati.

Bagi sebagian besar warga Kabupaten Pati, tentu sebelumnya sudah mengetahui pantai ini. Sebab, dulunya pernah menjadi persinggahan muda-mudi untuk sekadar bercengkrama dan berpacaran.

[caption id="attachment_168702" align="aligncenter" width="720"] Jalan setapak dari kayu disiapkan pengelola untuk menikmati hutan mangrove dan akses menuju bibir pantai. (MURIANEWS.com/Cholis Anwar)[/caption]

Namun saat ini, Pantai Mina Mangrove ini sudah dikembangkan sedemikian rupa sehingga patut untuk dikunjungi. Berbagai wahana dan spot foto yang Instragamable juga sudah disediakan oleh pengelola.

Selain itu, sudah ada jalan setapak yang dapat dilalui untuk menembus lebatnya hutan mangrove, atau menuju ke bibir pantai. Jalan setapak dari kayu ini, begitu indah dan layak untuk jadi spot foto andalan.

Edi Prasetyo (19) salah seorang pengunjung dari Kecamatan Gembong mengaku sangat terkesan dengan pantai itu.

Sebab, lumpur yang berada di sepanjang bibir pantai yang semula tidak bisa dilewati, saat ini sudah direkayasa hingga pengunjung bisa melihat hamparan laut lepas dari dekat.

"Ini rekayasa yang sangat bagus. Membuat hutan mangrove menjadi destinasi wisata yang menarik. Saya saja sangat suka dengan konsep ini," katanya.

Dia mengaku, sebelumnya sudah pernah mengunjungi pantai itu. Hanya saja, saat itu hutan mangrove masih kecil dan banyak nyamuknya. Pengunjung hanya bisa memandangi laut dari kejauhan dan terhalang oleh pucuk daun mangrove."Kalau saat ini kan sudah tidak. Bahkan kita bisa langsung berada di bibir pantai karena sudah ada jalan yang disediakan pengelola," ujarnya.Terkait tiket masuk, pengunjung tidak perlu khawatir. Karena pengunjung tak perlu membayar tiket. Pengelola hanya menarik retribusi parkir untuk motor sebesar Rp 2.000 dan mobil Rp 5.000.Berdasarkan keterangan Kepala Desa Tunggulsari, Jarot Supriyanto, pantai yang dikelola oleh kader Wisata Desa Tunggulsari ini memang baru menetapkan tarif parkir. Trek-trek mangrove di dalamnya pun baru dibuat sekira satu bulan belakangan.Untuk membangun trek mangrove dan fasilitas lain di Pantai Mina Mangrove, pemerintah desa mengucurkan sebagian Dana Desa (DD) sebagai dana pancingan."Sekira Rp 50 juta dari DD. Ada juga dana swadaya masyarakat. Dana tersebut kami belikan bahan material, antara lain kayu. Kemudian pemuda-pemudi kader wisata yang berkreasi," jelas Jarot.Pihaknya berharap, Pantai Mina Mangrove ini dapat berkembang dengan baik dan menjadi destinasi wisata baru di Kabupaten Pati. Reporter: Cholis AnwarEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler