Kekeringan, Petani di Pati Harus Lebih Dalam Rogoh Kocek Sewa Pompa Air
Cholis Anwar
Kamis, 15 Agustus 2019 15:06:28
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Apalagi, usia tanam baru dua bulan, sehingga pasokan air mutlak dibutuhkan. Mau tak mau mereka juga harus merogoh kocek lebih dalam untuk mendatangkan air irigasi ke area persawahan.
Salah satunya menggunakan mesin pompa air. Para petani harus megeluarkan kocek untuk menyewa mesin pompa, belum termasuk biaya BBM untuk mengoperasikan mesin tersebut.
Seperti yang dilakukan oleh Jumadi, petani jagung di Desa Baturejo, Kecamatan Sukolilo, Pati. Karena beberapa bulan tak turun hujan, mesin pompa air menjadi solusi yang ia ambil.
Tidak miliknya sendiri, Jumadi menyewa pompa air untuk menyedot air dari Sungai Baturejo hingga ke sawah. Sekali sewa, dirinya harus merogoh saku hingga Rp 400 ribu. "Untuk satu hektare, Rp 400 ribu sudah cukup," katanya, Kamis (15/8/2019).
Lebih lanjut, sebulan lagi jagungnya sudah harus panen. Apabila pasokan air tidak mencukupi, tentu hasil panen juga tidak bisa maksimal.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



