Harga Anjlok di Musim Panen Raya, Petani Kopi Pati Resah
Cholis Anwar
Kamis, 22 Agustus 2019 15:12:54
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Sumijan (64) petani kopi asal Dukuh Jurang, Desa Sitiluhur, Kecamatan Gembong, Pati mengatakan, harga jual kopi pada awal panen mencapai Rp 24.000 per kilogram. Namun pada saat panen raya, harganya menurun menjadi Rp 21.500 per kilogram.
Menurutnya, anjloknya harga kopi ini lantaran banyaknya produk kopi yang beredar seiring panen raya di berbagai daerah.
"Mungkin karena kopinya sudah banyak, jadi harganya menurun. Tapi ini merupakan harga terendah tahun ini," katanya, Kamis (22/8/2019).
Menurut dia, harga kopi sudah mulai menurun sejak pada 2018 lalu. Saat itu harga kopi mencapai Rp 18.000 per kilogram. Hal itu berbanding terbalik dengan harga kopi pada 2016-2017, yakni mencapai Rp 26.000 hingga Rp. 30.000 per kilogram.
Sumijan juga mengatakan, dengan harga jual kopi yang hanya Rp 21.500 itu, diperkirakan hanya cukup untuk ongkos perawatan dan pemupukan. Sebab, usai panen dilakukan, tanaman kopi harus dipupuk dan ranting yang mati harus dipotong.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



