Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Bahkan adanya konflik yang terjadi di tanah kelahirannya, yang akhir-akhir ini tersebar melalui jejaring sosial, tak mempengaruhi kebersamaannya.
Keberagaman dan kebersamaan yang terbangun di Kabupaten Pati umumnya, mampu memberikan rasa nyaman bagi sejumlah pelajar Papua yang menuntut ilmu di Bumi Mina Tani.
Ini terbukti hingga saat ini, tujuh pelajar asal Papua masih asyik fokus belajar di SMA Negeri 1 Kayen. Bahkan mereka menikmati keakraban dan gurauan tidak hanya belajar di kelas, tapi juga saat jam istirahat.
Seorang pelajar asal Papua Sheftian Athanai mengaku nyaman dan damai selama belajar di Kabupaten Pati. Dia berharap virus kedamaian ini bisa menular ke daerah hingga ke Papua yang saat ini masih bergejolak.
"Awalnya memang canggung berkumpul dengan teman-teman di sini, tapi lama kelamaan saya merasa nyaman. Semuanya baik dan saya merasa aman di sini, baik belajar di kelas maupun mengikuti pelajaran ekstra kulikuler,” katanya, Senin (26/8/2019).
Wakil Kepala SMA Negeri 1 Kayen Suwargono mengatakan, tujuh pelajar asal Papua yang belajar di sekolah itu, sudah seperti warga Pati asli. Bahkan mereka sudah bisa berbahasa Jawa.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



