Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Bahkan adanya konflik yang terjadi di tanah kelahirannya, yang akhir-akhir ini tersebar melalui jejaring sosial, tak mempengaruhi kebersamaannya.

Keberagaman dan kebersamaan yang terbangun di Kabupaten Pati umumnya, mampu memberikan rasa nyaman bagi sejumlah pelajar Papua yang menuntut ilmu di Bumi Mina Tani.

Ini terbukti hingga saat ini, tujuh pelajar asal Papua masih asyik fokus belajar di SMA Negeri 1 Kayen. Bahkan mereka menikmati keakraban dan gurauan tidak hanya belajar di kelas, tapi juga saat jam istirahat.

Seorang pelajar asal Papua Sheftian Athanai mengaku nyaman dan damai  selama belajar di Kabupaten Pati. Dia berharap virus kedamaian ini bisa menular ke daerah hingga ke Papua yang saat ini masih bergejolak.

"Awalnya memang canggung berkumpul dengan teman-teman di sini, tapi lama kelamaan saya merasa nyaman. Semuanya baik dan saya merasa aman di sini, baik belajar di kelas maupun mengikuti pelajaran ekstra kulikuler,” katanya, Senin (26/8/2019).

Wakil Kepala SMA Negeri 1 Kayen Suwargono mengatakan, tujuh pelajar asal Papua yang belajar di sekolah itu, sudah seperti warga Pati asli. Bahkan mereka sudah bisa berbahasa Jawa.
Wakil Kepala SMA Negeri 1 Kayen Suwargono mengatakan, tujuh pelajar asal Papua yang belajar di sekolah itu, sudah seperti warga Pati asli. Bahkan mereka sudah bisa berbahasa Jawa.“Jadi siswa-siswi asal Papua yang ada di sini sejak 2015 hingga sekarang diterima dan bergaul dengan baik. Mereka belajar bersama-sama dengan anak-anak dari Jawa dalam kesehariannya,” jelasnya.Suwargono berharap, pelajar asal Papua yang belajar di SMA N 1 Kayen tidak perlu khawatir atas kejadian konflik di Papua Barat, karena keberadaannya dipastikan nyaman dan tidak ada buly terhadap mereka. Selain itu, pihak aparat kepolisian juga menjamin keselamatan mereka."Kami pastikan keadaan mereka aman dan nyaman. Tidak ada konflik yang terjadi dan mereka juga sudah bergaul bersama teman temannya dengan baik," pungkasnya. Reporter: Cholis AnwarEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler