Sumber Mata Air Mulai Hilang, Pelajar di Pati Diajak Tanam Seribu Pohon
Cholis Anwar
Selasa, 3 September 2019 13:54:40
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Untuk itu, para pelajar di Desa Karangsari, yakni siswa MTs Mathaliul Huda dan MA Sunan Muria bersama dengan perangkat desa dan Karang Taruna, menanam seribu pohon di sepanjang daerah aliran sungai (DAS).
Saiful Umam, tokoh masyarakat Desa Karangsari mengatakan, tujuan penanaman pohon itu untuk mengembalikan sumber air yang mulai hilang dan kering. Selain itu, juga untuk penghidupan masyarakat, baik untuk pertanian maupun kebutuhan air bersih.
"Jumlah pohon ada seribu yang terdiri dari beringin, sirsak, trembesi dan tanaman keras lainnya," kata Umam, Selasa (3/9/2019).
Dalam penanaman tersebut, pihaknya mengaku sengaja melibatkan para pelajar agar mereka sadar betapa pentingnya menjaga lingkungan. Bahwa tumbuhan yang ada lingkungan, sangat membantu persediaan sumber air.
"Ini adalah sebagai edukasi terhadap generasi muda agar dapat melihat dan memperhatikan lingkungan," ujarnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



