Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Sucipto, petani kedelai Desa Trimulyo mengatakan, pada musim panen tahun ini harga kedelai mulai menurun, yakni hanya Rp 6.200 per kilogram. Padahal, pada musim panen sebelumnya, harga jual mampu menembus di angka Rp 7.000 per kilogram.

"Ini termasuk harga rendah. Kalau sebelumnya bisa lebih dari itu (Rp 6.200). Semoga saja harganya cepat stabil," kata Sucipto, Senin (9/9/2019).

Terkait penyebab menurunnya harga kedelai itu, dirinya mengakui belum tahu secara pasti. Namun ia menduga, pada saat musim panen, lantaran persediaan banyak, harga biasanya juga menurun.

"Kalau harga turun sudah biasa, tetapi tidak pernah separah ini. Kami sebagai petani juga membutuhkan keuntungan agar nantinya bisa memproduksi lagi," ujarnya.
"Kalau harga turun sudah biasa, tetapi tidak pernah separah ini. Kami sebagai petani juga membutuhkan keuntungan agar nantinya bisa memproduksi lagi," ujarnya.Dirinya berharap pemerintah juga memperhatikan harga bahan baku pembuatan tempa maupun tahu itu. Mengingat, produktivitas kedelai di wilayah Trimulyo saat ini sangat bagus."Setidaknya ada patokan harga lah dari pemerintah, agar harganya juga tidak terlalu hancur. Kalau sudah turun, yang rugi ya kami para petani ini," pungkasnya.Reporter: Cholis AnwarEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler