Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Ketika baru masuk dalam tanah, tubuh Mbah Pani yang berbadan tinggi tegap itu, nampak terbujur. Kemudian salah seorang keluarga menaruhkan gendu (bantal dari tanah) di posisi kepala, badan dan kaki.
Hanya, dalam proses penguburan itu, Mbah Pani berpesan agar tidak dilantunkan azan. Sebab, azan dalam kubur hanya untuk orang yang sudah meninggal.
Setelah proses peletakan gendu selesai, selanjutnya lubang kembali diurug dengan tanah. Ketika sudah agak penuh, dua nisan yang terbuat dari kayu dan bertutup kain kafan kemudian didirikan tepat pada posisi kepala dan kaki Mbah Pani.
"Prosesnya sama seperti mengubur jenazah. Tetapi kalau ritual Mbah Pani ini tidak ada azan," kata Suyono, keluarga Mbah Pani.
[caption id="attachment_172840" align="aligncenter" width="1280"]
Mbah Pani yang melakukan tapa pendem, malam ini. Tapa ini telah dilakukannya sebanyak sembilan kali. (MURIANEWS.com/Cholis Anwar)[/caption]Ketika tanah sudah meninggi dan proses pengurugan selesai, kemudian di atas tanah itu ditaburi bunga tujuh rupa. Sementara di sekelilingnya berjejer peralatan dapur tradisional.
"Ritual ini akan dilakukan Mbah Pani selama lima hari kedepan," terangnya.
Selama berada dalam tanah, keluarga akan menemani Mbah Pani di atas tempat ritualnya. Selama itu pula, keluarga juga akan melakukan puasa sunah dan melantunkan berbagai doa agar Mbah Pani diberikan keselamatan.
"Keluarga tetap membantu doa agar semuanya berjalan lancar," ujarnya.
Baca juga:
- Sebelum Jalani Tapa Pendem Mbah Pani Puasa 40 Hari
- Heboh! Kakek di Pati Ini Nanti Malam Akan Tapa Pendem
- Ulama Pati Sebut Tapa Pendem Mbah Pani Dilarang dalam Islam
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



