Puluhan Kasus HIV/AIDS Baru Muncul di Pati, Dua Penderita Tak Selamat
Cholis Anwar
Selasa, 17 September 2019 14:33:44
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Sedangkan di tahun 2018 ada sebanyak 157 kasus. Dari ratusan itu untuk di Kecamatan Margoyoso sendiri ada sebanyak tujuh kasus. Jumlah itu menempatkan nomor lima se-Jawa Tengah.
"Ini adalah untuk menanggulangi agar penyebarakan virus HIV/AIDS tidak semakin banyak," kata pengelola Monek KPA Pati Sinarto.
Ia mengatakan, pihaknya menggencarkan sosialiasi hingga ke tingkat desa untuk menekan penyebaran penyakit mematikan ini. Sosialisasi itu dilakukan dengan harapan agar para remaja dan pemuda tidak melakukan pergaulan bebas yang rawan menjadi salah satu penyebab terjangkitnya HIV/AIDS.
Bahkan yang tidak kalah penting dalam sosialisasi tersebut juga diberikan pemahaman tentang bagaimana memperlakukan orang dengan HIV/AIDS (Odha). Sehingga diharapkan diskriminasi terhadap ODHA jangan sampai dilakukan.
“Sepertinya sosialisasi seperti ini harus sering dilakukan. Saya jadi banyak mengetahui tentang HIV / Aids dan ODHA. Terutama tentang bahaya dan cara penularannya,” terang Intan Deviana Agusetya, warga Margorejo.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



