Tunggu Bisikan Mbah Pani, Tak Ada Ritual Khusus Bongkar Liang Tapa Pendem
Cholis Anwar
Jumat, 20 September 2019 14:40:10
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Ngadino, adik ipar Mbah Pani mengatakan, sebagaimana pengalaman tapa pendem sebelumnya, memang tidak ada ritual tertentu saat pembongkaran tempat pertapaan itu.
"Kalau keluarga sudah dapat bisikan jam berapa, pada jam itu pula akan langsung dibongkar," katanya, Jumat (20/9/2019).
Dia juga menambahkan, tidak semua keluarga mendapatkan bisikan dari Mbah Pani. Biasanya, hanya istrinya saja, yakni Sri Khumaidah yang sering kali mendapatkan bisikan jika Mbah Pani membutuhkan sesuatu.
"Kalau di sini, ya istrinya. Kemudian istrinya memberikan kabar pada keluarga," ujarnya.
Dia melanjutkan, untuk pembongkaran sendiri, biasanya memang langsung dilakukan penggalian. Keluarga mencangkul tanah lalu membuka peti yang di dalamnya digunakan untuk bertapa Mbah Pani.
"Kalau dulu setelah dibuka (tempat pertapaannya), Mbah Pani langsung berjalan sendiri. Badannya juga sehat," ungkapnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



