Air Asin dari Liang Tapa Pendem Mbah Peni Berubah Rasa Jadi Tawar
Cholis Anwar
Jumat, 20 September 2019 19:08:19
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Sri Khumaidah, istri Mbah Pani menyebut, ketika pertama kali dikuras, air tanah yang ke luar tersebut berasa asin layaknya air laut. Namun, beberapa saat setelah liang pertapaan digunakan Mbah Pani, air tersebut berubah rasanya menjadi tawar.
"Awalnya itu airnya asin, karena kan memang dekat laut sih ya. Itu sempat dirasakan sama adik saya, asin. Tapi kemudian berubah jadi tawar setelah ditempati Mbah Pani," katanya.
Joko Wiyono, adik ipar Mbah Pani mengaku sempat merasakan air tanah yang ke luar dari liang pertapaan Mbah Pani. Secara tegas diapun mengatakan bahwa rasanya tawar. Bahkan berasa seperti air yang ke luar dari sumber mata air asli.
"Rasanya itu seperti air sumber asli, enggak seperti air matang, tapi seperti air yang di mata air begitu, khas dan segar. Saya minum berkali-kali," jelasnya.
Air tanah yang keluar pun ditampung di jeriken air besar. Warga yang datang juga turut merasakan air tersebut. Pengakuannya rata-rata sama.
- Mbah Pani Dibangkitkan dari Tapa Pendem
- Dibangkitkan Setelah Lima Hari Tapa Pendem, Begini Kondisi Mbah Pani
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



