Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Sri Khumaidah, istri Mbah Pani menyebut, ketika pertama kali dikuras, air tanah yang ke luar tersebut berasa asin layaknya air laut. Namun, beberapa saat setelah liang pertapaan digunakan Mbah Pani, air tersebut berubah rasanya menjadi tawar.

"Awalnya itu airnya asin, karena kan memang dekat laut sih ya. Itu sempat dirasakan sama adik saya, asin. Tapi kemudian berubah jadi tawar setelah ditempati Mbah Pani," katanya.

Joko Wiyono, adik ipar Mbah Pani mengaku sempat merasakan air tanah yang ke luar dari liang pertapaan Mbah Pani. Secara tegas diapun mengatakan bahwa rasanya tawar. Bahkan berasa seperti air yang ke luar dari sumber mata air asli.

"Rasanya itu seperti air sumber asli, enggak seperti air matang, tapi seperti air yang di mata air begitu, khas dan segar. Saya minum berkali-kali," jelasnya.

Air tanah yang keluar pun ditampung di jeriken air besar. Warga yang datang juga turut merasakan air tersebut. Pengakuannya rata-rata sama.

 Reporter: Cholis AnwarEditor: Ali MuntohaBaca juga: 

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler