Bulog Pastikan Harga Beras di Eks-Karesidenan Pati Stabil Hingga Akhir Tahun
Cholis Anwar
Senin, 7 Oktober 2019 18:00:54
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Wakil Kepala Bulog Sub Divre Pati Agung Sarianto mengatakan, operasi pasar itu dilakukan untuk menjaga Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) Beras Medium.
"Kami sudah mulai itu sejak 24 September lalu se eks-Karesidenan Pati. Jadi, stabilitas harga beras ini tetap kami jaga," katanya saat ditemui, Senin (7/10/2019).
Lebih lanjut, untuk harga beras sendiri, dari Bulog saat ini mencapai Rp 8.100 per kilogramnya. Itu untuk harga yang diambil langsung dari gudang. Sementara untuk harga eceran di pasaran adalah Rp 8.500 per kilogram.
Menurutnya, proses stabilisasi harga ini tidak hanya dilakukan di pasar-pasar, tetapi juga melalui mitra Bulog. Apalagi, untuk wilayah eks-Karesidenan Pati sendiri ada 50-an mitra Bulog.
"Mitra juga kami tekankan agar menjual beras seharga yang kami tentukan," ujarnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



