Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kapolsek Wedarijaksa AKP Teguh Heri Rusianto mengatakan, sasaran pelaku adalah perempuan.

Untuk korban sendiri adalah AP (31) Warga Kecamatan Batangan, Pati. Sebelumnya, pelaku mengenal korban melalui media sosial Facebook. Pelaku juga mengetahui perempuan ini lagi galau, karena hubungan rumah tangga korban sedang retak.

Pada saat itulah, pelaku hadir dan sering menghubungi korban. Bahkan, pelaku sudah sering datang ke rumah korban, hingga membuat warga geram dan menggerebeknya.

Hanya saja, pada saat pelaku ditangkap oleh warga, saat itu pelaku berada di rumah orang tua korban, di Dukuh Jekso, Desa/Kecamatan Wedarijaksa, Pati.

"Pada saat korban berada di rumah orang tuanya, pelaku juga datang ke rumah orang tua korban. Katanya, korban dijanjikan akan dinikahi oleh pelaku setelah perceraiannya selesai," katanya, Rabu (16/10/2019).

Pada saat pelaku berada di rumah orang tua korban itu, salah seorang warga merasa curiga. Pelaku dari awal mengaku sebagai tim Buser Polres Kudus. Warga awalnya percaya dengan apa yang dikatakan pelaku.

Hanya saja, keberadaan pelaku yang berlama-lama di rumah orang tua korban, membuat warga menaruh curiga. Warga juga merasa tidak nyaman lantaran mengganggu ketentraman.
Hanya saja, keberadaan pelaku yang berlama-lama di rumah orang tua korban, membuat warga menaruh curiga. Warga juga merasa tidak nyaman lantaran mengganggu ketentraman.Baca: Polisi Gadungan yang Digerebek Warga di Pati Ini Ternyata Juga Kuras Harta Dua JandaWarga yang pertama menaruh curiga, yakni Dwi Yulianto. Ia kemudian mencoba menelusuri identitas pelaku melalui media sosial Facebook. Dari situ diketahui, pelaku bukanlah anggota Polri."Saat itulah kemudian warga memergoki pelaku. Saat ditangkap, pelaku mengakui bahwa dirinya bukanlah anggota Polri. Anggota kami juga langsung ke lokasi untuk memastikan hal itu. Pelaku pun kami amankan di mapolsek," ujarnya.Menurutnya, pelaku mengakui jika ia berpura-pura sebagai anggota Polri hanya untuk memikat hati perempuan yang diincarnya. Reporter: Cholis AnwarEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler