Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Dalam kirab ini, sejumlah santri membentangkan spanduk ataupun kertas karton berisi tulisan-tulisan lucu. Beberapa di antaranya bahkan bernada sindiran bagi yang agak atau kurang saleh atau saleha.

Di antaranya berbunyi ”Percuma Ganteng Kalo Gak Bisa Ngaji”. Kalimat ini sepintas terlihat biasa saja, tapi kena sekali bagi anak-anak muda saat ini yang hanya mementingkan penampilan, tapi kurang dalam keimanan.

Ada juga kalimat yang agak kekinian dan terlihat jika pembawa tulisan ini adalah Nahdliyin (warga NU) sejati.

”Hari Gini Gak NU, Entah Apa yang Merasukimu” begitu bunyinya dengan gambar wayang dan tokoh kartun Suneo. Entah apa hubungan dua gambar ini dengan kalimat tersebut.

Ada juga kalimat-kalimat yang menunjukkan persaudaraan dan perdamaian. Seperti ”Jihadku Menjadi Santri Rahmatan Lil Alamin Sampai Mati” ada juga ”Hai Anak Gunung, Anak Pantai Dapat Salam dari Anak Pondok”.

[gallery bgs_gallery_type="slider" columns="1" ids="175174,175175,175176"]

Poster dan spanduk bertuliskan kalimat-kalimat lucu ini menambah semarak kirab santri yang digelar di Pati. Ketua HSN Pati Muhammad Zaim Jaelani mengatakan, kirab ini adalah sebagai wujud syukur para santri.

Selain itu juga sebagai wujud perjuangan santri untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) masih diakui hingga saat ini.

"Ada ribuan santri yang turut kirab. Selain itu juga ada ulama, kiai, Polri, TNI dan pejabat pemerintan," katanya.Lebih lanjut, bahwa santri mempunyai peranan penting untuk membentengi negara. Bahkan keberadaannya saat ini mmpunyai peranan penting untuk merawat kebangsaan dan kebhinekan.Santri sudah mampu bersinergi dengan jajaran keamanan negara dan jajaran pemangku kekuasaan. Artinya, kebersamaan itu tidak lain adalah untuk menjaga keutuhan NKRI.Menurutnya, sinergitas itu sudah dilakukan oleh para santri sejak zaman kemerdekaan, bahkan sebelum itu.Hadirnya KH Hasyim Asyari dan Wahid Hasyim dalam membantu negara melawan penjajah hingga berujung pada kemerdekaan, merupakan wujud santri juga bisa memebawa perubahan."Saat inilah, perjuangan para ulama dan santri itu kita peringati. Bahwa resolusi jihad merupakan awal dari lahirnya HSN ini," paparnya. Reporter: Cholis AnwarEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler