Meron, Cara Unik Warga Sukolilo Pati Peringati Maulid Nabi
Cholis Anwar
Senin, 11 November 2019 12:17:45
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Di Desa Sukolilo, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, peringatan Maulid Nabi disambut dengan berbeda, yakni dengan Tradisi Meron, seperti yang digelar Senin (11/11/2019) hari ini. Tradisi ini digelar dengan mengarak gunungan dan ronce keliling desa.
Kepala Desa Sukolilo Muhammad Jumaedi mengatakan, Sukolilo masih mempunyai garis keturunan dengan Keraton Surakarta. Jika di Surakarta peringatan Maulid Nabi dilakukan dengan tradisi Sekaten, maka di Sukolilo ini dengan tradisi Meron.
Menurutnya, kedua tradisi tersebut tidak jauh berbeda. Hanya saja, karena Sekaten sudah digunakan di Sukarakarta, maka di Sukolilo mengambil nama yang berbeda.
"Ini sudah berlangsung sejak ratusan tahun yang lalu. Kami hanya tinggal meneruskan saja," katanya, Senin (11/11/2019).
Baca: Gus Yasin Cerita Sejarah Meron di Pati, Ada Kiprah Pendekar Dua Kerajaan
Menurutnya, pelaksanaan Tradisi Meron ini juga sebagai bentuk rasa syukur warga Sukolilo atas limpahan rezeki yang diberikan Tuhan. Sehingga, ada banyak gunungan yang dipersembahkan dari hasil bumi Sukolilo yang ikut diarak.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



