Gus Yasin Cerita Sejarah Meron di Pati, Ada Kiprah Pendekar Dua Kerajaan
Cholis Anwar
Senin, 11 November 2019 13:55:15
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
"Saat ini kita sudah memasuki era 4.0, di mana semuanya bisa dilihat hanya menggunakan HP. Nah, Tradisi Meron ini, sebisa mungkin harus mendunia. Karena, kalau melihat sejarahnya, ini ada kaitanya dengan Ngayogyakarta dan Surakarta," ungkapnya saat menghadiri Meron, Senin (11/11/2019).
Gus Yasin juga mengatakan, Tradisi Meron ini diawali oleh para pendekar dua kerajaan yang kebetulan berkunjung ke Sukolilo. Bahkan para pendekar itu singgah di Sukolilo hingga akhirnya menularkan banyak tradisi.
"Nah, kenapa di Sukolilo ini dikatakan Meron, karena kalau sekaten, itu sudah milik Ngayogyakarta dan Surakarta. Sehingga, kita mengambil nama Meron," katanya.
Ia menilai, Tradisi Meron tidak hanya sekader perayaan saja, tetapi juga mempunyai nilai sejarah. Menurutnya, hal itulah yang sangat berharga dan patut untuk dikembangkan.
"Caranya bagaimana?, tentu kita harus menggerakkan para pemuda untuk membantu itu semua, baik dalam hal promosi maupun yang lainnya," jelas Gus Yasin.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



