Tak Pernah Terima Bantuan, Janda Tuna Netra Dua Anak di Pati Dihadiahi Kios dari PPDI
Cholis Anwar
Jumat, 15 November 2019 14:15:29
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Apalagi, di tengah keterbatasannya ia berupaya untuk tetap berjuang untuk menghidupi dan menyekolahkan putrinya. Barang di dalam rumah peninggalan almarhum suaminya pun telah habis dijual untuk memenuhi kebutuhan.
Sesekali ia mendapatkan sedikit rezeki dari mencuci pakaian. Namun, waktunya kebanyakan dihabiskan di dalam rumah, sembari menunggu dua putri yang masih duduk di kelas V dan III SD.
Tak jarang tetangga sebelah rumah yang iba berkunjung untuk memberikan makanan dan uang alakadarnya untuk kemudian ia bagi kepada putri-putrinya.
Dari luar, rumahnya nampak bertembok dan apik, hanya saja bagian dalamnya kosong tak ada perabot layak yang bisa terpakai. Mungkin itu alasan hingga detik ini, bantuan dari pemerintah tidak menyentuhnya.
“Belum pernah dapat bantuan dari pemerintah. Kehidupan sehari-hari dibantu tetangga ada yang kasih makan, ada yang kasih uang saku untuk sekolah anak,” kata Suyati, Jumat (15/11/2019).
Melihat keadaan yang demikian, PPDI Pati bersama masyarakat Desa Asempapan, Kecamatan Trangkil, terketuk untuk membantu beban yang dipikul Suyati. Sebuah kios di bagian depan rumah Suyati dibuat, lengkap dengan isinya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



