Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala Bidang Kinerja dan Mutasi pada Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Pati Sri Mulyani menyatakan sudah mengundang 21 organisasi perangkat daerah (OPD) untuk melakukan validasi data ASN dengan pendidikan dan jabatan.

"Masing-masing OPD kami minta data para pejabat, kemudian kami validasi. Misalnya ada yang sarjana kesehatan, tetapi tidak berada di Dinas Kesehatan, melainkan di OPD lain. Nah, dia inilah yang akan kami mutasi dan kami sesuaikan dengan jurusan pendidikannya," terang Sri, Selasa (19/11/2019).

Dalam validasi itu, masing-masing pelaksana akan dibuatkan surat keputusan (SK). Sehingga dalam proses validasi bisa dipercaya. Karena, pihaknya membutuhkan data yang valid sebelum mutasi dilakukan.

Sementara ini, ada tiga ASN yang jabatannya tidak sesuai dengan jurusan pendidikan. Namun, pihaknya enggan menyebutkan nama dan instansi ketiga ASN tersebut.

Selain itu, validasi jabatan dan pendidikan ini juga berkaitan dengan tambahan penghasilan pegawai (TPP) setiap bulannya. Karena, harus ada izin dari Mendagri hingga Kementerian Keuangan, yang nominalnya disesuaikan kelas jabatan.“Untuk menyongsong itu, maka harus disesuikan. Sementara yang dimutasi nantinya akan disesuaikan. Karena memang sasaran kami dari ASN dan pelaksana fungsional umum,” tandasnya. Reporter: Cholis AnwarEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler