Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Tak tanggung-tanggung, dalam DED tersebut wisata pantai yang awalnya biasa saja itu akan disulap menjadi luar biasa. Namun, butuh dana sekitar Rp 50 miliar untuk pengembangan objek wisata tersebut.

Kepala Desa Tunggulsari Jarot Supriyanto mengatakan, DED memang sudah dibuat dan membutuhkan dana yang cukup besar. Karena, pembangunanya nanti akan dimulai dari pintu masuk objek wisata.

"Tidak kalah penting, nanti juga akan kami bangun fasilitas seperti gedung pertemuan dan fasilitas lain untuk pariwisata," katanya, Sabtu (23/11/2019).

[caption id="attachment_177346" align="alignnone" width="1920"] Maket pengembangan Mina Mangrove Pati. (MURIANEWS.com/Istimewa)[/caption]

Dia menambahkan, untuk mendapatkan dana Rp 50 miliar sendiri, pihaknya masih dalam proses pencarian. Namun, dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah diakuinya sudah menerima proposal permintaan dana untuk pengembangan Mina Mangrove.

"Tahun depan, insya Allah dari pemprov akan membantu sebanyak Rp 500 juta. Ini nanti akan kami gunakan sebagai langkah awal untuk penhembangan Mina Mangrove," terangnya.

Menurutnya, DED yang sudah terbuat itu adalah mimpi para pengelola Mina Mangrove. Meski demikian, pihaknya akan terus berupaya untuk merealisasikan DED itu.
Menurutnya, DED yang sudah terbuat itu adalah mimpi para pengelola Mina Mangrove. Meski demikian, pihaknya akan terus berupaya untuk merealisasikan DED itu."Kalau rentan waktunya, kira-kira butuh waktu enam tahun untuk sesuai dengan DED. Karena nanti ada pembuatan dermaga juga," jelas Jarot.Baca: Punya Hutan Mangrove Eksotis, Tunggulsari Pati Ditetapkan Jadi Desa WisataDia mengaku, untuk mendapatkan dana Rp 50 miliar tersebut, memang belum ada gambaran secara pasti. Mengingat, nominal tidaklah sedikit."Tetapi kami optimis akan tercapai. Nanti bisa mengajukan proposal ke pemerintah pusat, provinsi dan lain sebagainya. Kita tetap optimis," tutupnya. Reporter: Cholis AnwarEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler