Tarian Kolosal 900 Penari Warnai Peresmian Alun-Alun Pati
Cholis Anwar
Sabtu, 30 November 2019 15:41:34
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Para peserta yang hadir juga nampak menikmati pementasan tersebut. Apalagi, sebelumnya mereka juga sudah berlatih keras untuk pertunjukan Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) belum lama ini.
Konsep tari kolosal tersebut, ternyata mendapatkan respon positif dari Ditjen Kementerian Pendidikan (Kemendikbud). Bahwa gerakan kesenian di Pati benar-benar hidup dengan adanya geberasi muda yang turut meleatarikan seni tari.
Kasi Program dan Evaluasi Ditjen Kesenian Kemendikbud Saidah Rofikoh mengatakan, dalam tari kolosal yang ditampilkan mengandung banyak keragaman. Menurutnya, inilah yang patut menjadi perhatian.
"Kenapa?. Karena keragaman ini mampu mempersatuan dan membentuk sinergitas yang luar biasa," katanya.
[caption id="attachment_177792" align="alignnone" width="720"]
Penampilan salah satu kelompok tari dalam peresemian Alun-Alun Pati. (MURIANEWS.com/Cholis Anwar)[/caption]Dia menambahkan, banyak isu-isu yang mengatakan bahwa perbedaan itu bisa menimbulkan perpecahan. Dengan adanya tarian kolosal ini mengajarkan pada masyarakat bahwa budaya mampu mempersatukan.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



