Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Usaha tidak harus dimulai dengan modal yang besar, tetapi modal kecil pun bisa untuk berwirausaha. Sehingga penyandang disabilitas juga mempunyai kesempatan yang sama dengan warga lainnya.

Hal itu diungkap Wakil Bupati Pati Saiful Arifin dalam memperingati Hari Disabilitas Internasional sekaligus penyerahan bantuan sosial bagi penyandang disabilitas, di Hotel Gitrary Pati, Selasa (3/12/2019).

"Yang paling penting adalah menumbuhkan semangat bagi kaum disabilitas. Karena tentunya, Tuhan memberikan sesuatu pasti ada kelebihan yang tentu perlu digali lebih maksimal lagi," katanya.

Dirinya juga berharap Dinas Sosial (Dinsos) Pati memberikan bentuk kepedulian kepada para penyandang disabilitas ini. Apalagi nantinya ada modal yang digunakan untuk berwirausaha.

Ia menyebut, tidak semua kegiatan dipasrahkan kepada pemerintah kabupaten (Pemkab). Tentu harus menggandeng pihak swasta juga. Itu agar para penyandang bisa diterima menjadi karyawan dalam perusahaan. “Kalau berwirausaha itu lebih bagus. Agar menjadi pribadai yang mandiri,” imbuhnya.
Ia menyebut, tidak semua kegiatan dipasrahkan kepada pemerintah kabupaten (Pemkab). Tentu harus menggandeng pihak swasta juga. Itu agar para penyandang bisa diterima menjadi karyawan dalam perusahaan. “Kalau berwirausaha itu lebih bagus. Agar menjadi pribadai yang mandiri,” imbuhnya.Sementara Kepala Dinsos Kabupaten Pati Subawi mengatakan, kegiatan penyaluran bantuan kaum difabel dan workshop ini juga bertujuan agar memberikan pemahaman pada instansi pemerintah maupun swasta agar lebih perhatian kepada penyandang disabilitas. "Terlebih bisa dijadikan karyawan,” jelasnya.Pada kegiatan itu, sebanyak 24 penyandang tuli diberikan bantuan masing-masing sebanyak Rp 3 juta. Sementara dalam kurun waktu satu tahun, terdapat 135 yang diberikan bantuan sosial. Reporter: Cholis AnwarEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler