Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Salah satunya adalah Siswa SMKN 1 Pati Sinta Wati. Sebagai generasi milenial, dirinya mengaku sangat geram dengan praktik korupsi yang dilakukan oleh para oknum pejabat. Bahkan menurutnya, korupsi bisa membuat ambyar kondisi keuangan negara.

"Korupsi bisa membuat ambyar keuangan negara. Kenapa?. Karena uang negara yang seharusnya untuk kesejahteraan rakyat, tetapi malah masuk ke kantong pribadi," katanya usai upacara Hari Anti Korupsi di depan Kantor Kejaksaan Pati, Senin (9/12/2019).

Dia juga meminta agar para koruptor itu dihukum seberat-beratnya. Mengingat, korbannya adalah rakyat Indonesia.

"Kalau uang negara itu untuk kesejahteraan rakyat. Jadi, jangan dikorupsi," tegasnya.

Meski masih duduk di bangku sekolahan, dirinya juga mengaku sangat geram apabila ada koruptor. Apalagi, di sekolah terkadang guru juga menyinggung bahwa korupsi itu tidak baik.

"Secara resmi, memang tidak ada pelajaran antikorupsi di sekolah. Tetapi kadang guru menyisipkan itu (pengetahuan antikorupsi) saat pelajaran berlangsung. Jadinya, saya sedikit tahu bagaimana korupsi itu," imbuhnya.Sementara Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pati Darmukit mengatakan, perlu penerapan kurikulum antikorupsi di lembaga pendidikan. Hal itu untuk memberikan pemahaman kepada siswa bahwa korupsi itu tidak baik."Kalau ada kurikulumnya (pendidikan antikorupsi) itu akan lebih bagus. Karena pelajar adalah generasi penerus bangsa yang harus dididik dan diberikan pemahaman terkait bahaya korupsi," tutupnya. Reporter: Cholis AnwarEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler