Banyak Korban Akibat Penyakit dari Kencing Tikus di Pati, Warga Diminta Semakin Waspada
Cholis Anwar
Selasa, 10 Desember 2019 13:07:30
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Leptospirosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri leptospira. Yakni bakteri yang disebarkan melalui urine hewan pengerat seperti tikus.
Bakteri ini biasanya semakin menyebar saat terjadi banjir atau adanya genangan air saat musim hujan.
Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Bidang P2 Dinas Kesehatan Pati Ninik Trisnawati mengatakan untuk musim hujan, secara preventif sudah melakukan sosialisasi lintas sektoral pada Oktober lalu.
“Sosialisasi yang kami lakukan adalah informasi dan langkah penanggulangan dalam level rumah tangga,” jelasnya, Selasa (10/12/2019).
Untuk Kabupatean Pati sendiri, sebutnya, angka kematian akibat leptospirosis mendapat urutan ke delapan di Jawa Tengah. Data tersebut terhitung hingga akhir November 2019 lalu.
Kemudian sampai dengan bulan ini, penderita leptospirosis di Pati setidaknya ada empat orang. Tiga di antaranya sudah dapat disembuhkan, sedangkan satu orang meninggal.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



