Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Leptospirosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri leptospira. Yakni bakteri yang disebarkan melalui urine hewan pengerat seperti tikus.

Bakteri ini biasanya semakin menyebar saat terjadi banjir atau adanya genangan air saat musim hujan.

Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Bidang P2 Dinas Kesehatan Pati Ninik Trisnawati mengatakan untuk musim hujan, secara preventif sudah melakukan sosialisasi lintas sektoral pada Oktober lalu.

“Sosialisasi yang kami lakukan adalah informasi dan langkah penanggulangan dalam level rumah tangga,” jelasnya, Selasa (10/12/2019).

Untuk Kabupatean Pati sendiri, sebutnya, angka kematian akibat leptospirosis mendapat urutan ke delapan di Jawa Tengah. Data tersebut terhitung hingga akhir November 2019 lalu.

Kemudian sampai dengan bulan ini, penderita leptospirosis di Pati setidaknya ada empat orang. Tiga di antaranya sudah dapat disembuhkan, sedangkan satu orang meninggal.
Kemudian sampai dengan bulan ini, penderita leptospirosis di Pati setidaknya ada empat orang. Tiga di antaranya sudah dapat disembuhkan, sedangkan satu orang meninggal.“Rencana tindak lanjut dari pertemuan lintas sektoral yakni sosialisasi sampai lini bawah. Serta merencanakan gerakan berantas tikus, termasuk cara mematikan bakteri leptospira, tidak hanya tikusnya. Selain itu, penyediaan alat pelindung diri bagi petugas kebersihan,” tambahnya.Dirinya berharap, agar angka penderita leptospirosis di Pati tidak mengalami kenaikan. Untuk itu, perlu adanya kewaspadaan bagi masyarakat dan penanganan yang serius bagi petugas kesehatan.“Pencegahan bisa dilakukan dengan cara mematikan tikus serta bakterinya dengan menggunakan cairan klorin,” tandasnya. Reporter: Cholis AnwarEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler