Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Apalagi, di Alun-Alun Pati yang sudah mempunyai perwajahan baru, juga digunakan para pemuda untuk pesta miras. Kemudian pada tengah malam, disinyalir juga ada segerombolan remaja yang melakukan balap liar di kawasan Alun-Alun Pati.

Melihat dan mendengar informasi tersebut, pengamat kebijakan publik Kabupaten Pati Darsono tidak bisa tinggal diam. Sebab, hal itu sangat meresahkan masyarakat. Apalagi, itu (alun-alun) adalah tempat keramaian dan akan sangat rawan apabila ada sekelompok orang yang pesta miras.

Dia mengatakan, dari sisi infraatruktur, renovasi alun-alun itu dinilai baik. Lantaran pemerintah ada perhatian terhadap fasilitas publik. Masyarakat juga menikmati hasil renovasi itu.

"Tetapi saya juga punya beberapa catatan, setelah fisiknya selesai, maka yang juga penting diperhatikan itu mengenai aspek keamanan dan kenyamanan," katanya, Selasa (17/12/2019).

Dia beberapa kali juga mendapat informasi terkait pesta miras yang dilakukan oleh muda-mudi. Menurutnya, petugas kepolisian maupun Satpol PP harus mengantisipasi hal itu. Jangan sampai ketika alun-alun sudah bagus, tetapi justru kriminalitas juga ada di dalamnya.

"Yang juga perlu diperhatikan, jangan hanya alun-alun yang diperbaiki, tetapi fasilitas publik lainnya juga harus diperhatikan. Jangan sampai alun-alun hanya menjadi kosmetik, karena berada di depan kabupaten. Kita berharap yang lain juga diperhatikan," jelasnya.

Baca : Asyik Tenggak Miras, Puluhan Remaja di Pati Digaruk PolisiKemudian menurut dia, yang tidak kalah penting adalah terkait fungsi Satpol PP. Selama pembukaan Alun-Alun Pati, Satpol PP justru dinilai hanya menjadi penjaga rumput agar pengunjung tidak masuk ke areal rumput alun-alun tersebut.Seharusnya menurut dia, Satpol PP itu berfungsi sebagai penegak peraturan daerah (perda) dan penjaga keamanan, bukan sebagai penjaga rumput alun-alun."Ini lucu, kalau itu fasilitas publik, kenapa tidak dobolehkan untuk digunakan masyarakat. Tetapi kalau upacara para PNS, kok boleh digunakan?. Mending pagari saja rumput itu, dari pada harus dijaga Satpol PP," tegasnya. Reporter: Cholis AnwarEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler