Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Selain itu, mereka juga mengirimkan berkas laporan ke bupati Pati, DPRD, Ombudsman dan gubernur Jateng.

Ketua Koalisi Pemuda Sidoluhur Feri Taufik mengatakan, ada beberapa dugaan kecurangan yang terjadi dalam pilkades Sidoluhur pada 21 Desember 2019 lalu.

Yakni dugaan ketidaknetralan oknum panitia pilkades. Pihaknya dianggap tidak netral lantran terbukti pada hari tenang, membawa uang yang diduga sebagai amunisi untuk jual beli suara dari salah satu cakades.

"Di saat hari tenang seharusnya menjaga kondusifitas menjelang hari pemungutan suara pilkades, tetapi panitia pilkades itu justru berkumpul di rumah tim sukses salah satu cakades" katanya.

Dugaan pelanggaran kedua adalah tim sukses dari salah satu cakades, diduga membawa beberapa amplop yang bersisi uang yang dibagi-bagikan kepada para pemilih, beberapa hari sebelum pelaksanaan pilkades.

"Terkait hal ini, ada beberapa saksi yang mengetahui ada pembagian amplop dari salah satu cakades untuk jual beli suara," ujarnya.

Selanjutnya, beberapa orang yang terganggu jiwanya juga dimasukkan sebagai pemilih. Padahal menurut dia, syarat pemilih dalam Pasal 15 ayat (1) huruf c Perbup Pati Nomor 5 Tahun 2019, adalah nyata-nyata tidak sedang terganggu jiwa/ingatannya.Dia menyebut, kecurangan Pilkades Sidoluhur ini dilaksanakan secara terstruktur, sistematis dan massif. Bahkan juga melibatkan panitia, perangkat desa bahkan juga BPD."Harapannya bupati Pati tidak tinggal diam dalam merespon kecurangan ini. Jika terbukti kuat, pilkades seharusnya diulang demi keadilan substansial. Jika kecurangan Pilkades Sidoluhur ini tidak segera ditangani, khawatirnya menjadi sinyal kematian demokrasi di desa," tutupnya.Pilkades Sidoluhur sendiri diikuti oleh dua calon, yakni Sudardi dan Gunadi. Dari hasil pemilihan, Sudardi dinyatakan terpilih dengan perolehan 877 suara. Reporter: Cholis AnwarEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler