Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Bangkai binatang yang sudah cukup langka di kawasan Pegunungan Muria itu terjadi pada Minggu (12/1/2020). Warga setempat pun sudah menguburkan bangkai macan itu.
Namun, setelah diketahui oleh pihak Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), bangkai macan itu pun kemudian digali ulang. Kemudian dilakukan pemeriksaan terkait penyebab kematian.
Kepala Desa Plukaran Mulyono mengatakan, awalnya bangkai macan itu diketahui oleh pemilik rumah saat mencari rumput di belakang rumahnya. Saat bermaksud naik ke atas pohon dia melihat ada bangkai yang cukup mencurigakan.
Setelah didekati, rupanya diketahui itu merupakan anak macan tutul berjenis kelamin jantan. Hanya saja hewan yang dilindungi itu telah dalam keadaan mati bahkan sudah dikerumuni lalat. Diperkirakan anak macan tersebut sudah mati beberapa hari sebelum ditemukan.
"Warga sudah menguburkan, namun setelah kami laporkan kejadian itu, tim BKSDA langsung turun untuk mengecek kebenarannya. Macan itu pun langsung dibawa oleh tim BKSDA," katanya, Selasa (14/1/2020).
Baca juga:
- Bangkai Macan Tutul dari Plukaran Pati Dikirim ke Semarang, BKSDA Tunggu Hasil Lab
- Ada 13 Macan Tutul Terdeteksi di Pegunungan Muria, Habitatnya Kian Terisolasi
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



