Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Bahkan bangkai macan tutul itu juga sudah dievakuasi ke Semarang Zoo untuk proses uji laboratorium.

“Ini masih proses jadi belum diketahui penyebabnya, kita masih tunggu hasilnya,” ujar Arif Susioko, Rabu (15/1/2020).

Menurutnya, untuk mengetahui penyebab pasti tewasnya satu di antara fauna yang dilindungi di kawasan Pegunungan Muria ini, tim dokter dari Semarang Zoo tengah bekerja susuai prosedural.

“Sekarang sudah ditangani tim dokter untuk dilakukan endoskopi atau seperti visum. Jenis kelamin macan tutul jantan itu juga saya dapat dari dokter hewannya,” ungkap Arif.

Dikatakannya, bangkai tersebut ditemukan warga setelah tercium bau yang cukup menyengat di sekitar lokasi. Menurut warga sekitar, lanjut Arif, diperkirakan anak macan sudah mati beberapa hari sebelum ditemukan.

Baca: Macan Tutul Ditemukan Mati di Plukaran Pati
Baca: Macan Tutul Ditemukan Mati di Plukaran PatiKawasan Pegunungan Muria yang masuk dalam wilayah Kabupaten Pati, Kudus dan Jepara diketahui memang terdapat sejumlah macan tutul. Hanya ketika ditanya jumlah pasti, Arif belum bisa memberikan informasi.“Kita melakukan seperti itu kan harus ada informasi secara formal, tapi mamang ada, pengumpulan data dulu ya,” ucapnya.Sebelumnya, dalam diskusi Artsotika Muria di Buper Desa Menawan, Kecamatan Gebog, Kudus, Sabtu (14/12/3019) lalu, Stakolder Engagement Manager YKAN, Rudi Zapariza menyebut, dari hasil camera trap yang terpasang dalam area studi seluas 53,32 kilometer di kawasan Gunung Muria, terpantau 13 macan tutul yang teridentifikasi. Reporter: Cholis AnwarEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler