Subsidi Gas Melon Dicabut, Warga Miskin di Pati Menjerit
Cholis Anwar
Jumat, 17 Januari 2020 14:54:44
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Mengingat, keberadaan gas melon saat ini sudah menjadi kebutuhan penting. Tentunya, apabila subsidi dicabut, harganya akan melambung tinggi. Hal itulah yang dirasa sangat memberatkan.
Hanik Roayidah salah satu KPM Pati mengaku sangat keberatan. Apalagi harganya dikabarkan akan mencapai Rp 35 ribu per tabung.
"Sangat keberatan (apabila subsidi gas melon dicabut), karena harganya pasti akan lebih tinggi. Kasihan kami lah," katanya, Jumat (17/1/2020).
Dia menambahkan, dalam sebulan untuk keperluan memasak, pihaknya bisa menghabiskan tiga sampai empat tabung gas melon. Apabila subsidi dicabut, tentu pengeluaran akan semakin banyak.
"Kalau pemasukan pasti, kita sih tidak masalah. Lha wong kita ini miskin, cari uang susah, malah subsidi dicabut, kasihan kita lah, mas," keluhnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



