Subsidi Gas Melon Dicabut, UMKM Pati Pertanyakan Komitmen Pemerintah
Cholis Anwar
Sabtu, 18 Januari 2020 15:29:17
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Bahkan, rencana itu dinilai sangat tidak memihak kepada UMKM. Pasalnya, pemerintah sebelumnya sudah mendorong pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha. Tetapi jika subsidi gas melon dicabut, hal itu dinilai akan memperpuruk UMKM.
Hal itu sebagaimana yang dikeluhkan olah salah satu penjual soto di Kabupaten Pati Adi Astuti. Dia mengaku sangat tidak setuju apabila subsidi gas melon dicabut. Sebab, pengeluarannya tentu akan bertambah.
"Bayangkan, untuk satu tabung gas melon itu hanya cukup untuk dua hari. Kalau harganya sampai Rp 35.000, pengeluaran per bulan untuk pembelian gas saja sudah bertambah," katanya, Sabtu (18/1/2020).
Risikonya, lanjut Astuti, apabila harga soto dinaikkan, tentu banyak pelanggan yang komplain. Sehingga, pihaknya hanya menerima nasib. Apalagi, apabila memasak menggunakan kayu bakar, tentu sangat tidak efektif.
"Intinya, kami ini meminta agar pemerintah tidak mencabut subsidi gas melon. Karena saat ini UMKM kuliner, semuanya menggunakan gas melon itu," tegasnya.
Baca: Subsidi Gas Melon Dicabut, Warga Miskin di Pati Menjerit
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



