Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Alat tersebut saat ini sudah terpasang di Desa Gunungsari, Kecamatan Tlogowungu. Pemilihan tempat tersebut lantaran, diDesa Gunungsari memang rawan terjadi tanah longsor. Hal itu karena geografisnya yang berada di lereng pegunungan muria.

Kepala BPBD Pati Martinus Budi Prasetya mengatakan, alat EWS itu sendiri diakuinya baru ada satu unit di Bumi Mina Tani. Itu pun pemasangannya harus ditempat yang teridentifikasi rawan longsor.

Mekanismenya, lanjutnya, EWS bakal mengeluarkan bunyi seperti sirine tanda bahaya ketika ada pergerakan tanah. Dengan bunyi sirine itu, masyarakat diharapkan bisa menyelamatkan diri jika terjadi bencana tanah longsor.

“Sementara ini untuk EWS tanah longsor baru satu unit. Barusan tadi kami kirim personel untuk melangsungkan pengecekan kesiapan alat EWS di sana,” jelas Martinus.

Untuk perawatan EWS sendiri akan dilakukan pemantauan berkala. Apalagi saat ini sudah musim hujan. Dengan begitu, unit tersebut bisa bekerja sebagaimana mestinya dan dapat menghindarkan hal-hal yang tidak diinginkan.
Untuk perawatan EWS sendiri akan dilakukan pemantauan berkala. Apalagi saat ini sudah musim hujan. Dengan begitu, unit tersebut bisa bekerja sebagaimana mestinya dan dapat menghindarkan hal-hal yang tidak diinginkan.Sebelumnya, pada tahun 2019 lalu simulasi juga telah dilakukan simulasi kepada masyarakat untuk mengenalkan unit peringatan dini bencana itu. Pengenalan tersebut bisa dibilang tanpa kendala. Terlebih lagi masyarakat setempat menyadari manfaat alat tersebut bisa menyelematkan orang banyak."Jadi masyarakat sudah diberi sosialisasi. Sehingga bisa bersiap untuk mencari tempat perlindungan ketika sirine berbunyi,” imbuhnya. Reporter: Cholis AnwarEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler