Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Anggota Komisi D DPRD Pati Noto Subiyanto mengatakan, para wakil rakyat Kulon Progo ini datang dalam rangka ngangsu kaweruh terkait model pertanian dan sistem irigasi yang diterapkan Pemkab Pati. Itu lantaran pertanian di Pati ditopang dua waduk besar, yakni Seloromo dan Gunungrowo.

"Pertanian kita surplus karena pengairan bagus. Di sana (Kulon Progo) tidak seperti kita," katanya, Rabu (5/2/2020).

Karena itu, ia mengusulkan untuk membuat waduh dengan skala besar supaya irigasi dan pengairan bisa tercukupi. Kalau hanya mengandalkan embung, ia menilai kurang begitu efektif. Ini lantaran, air embung hanya akan penuh di musim hujan saja. Sedangkan jika kemarau datang embung akan mengering.

"Jadi lebih baik buat waduk besar. Itu lebih bagus dari pada (membuat) ratusan embung," jelasnya

Sementara Ketua DPRD Kulon Progo Akhid Nuryati mengatakan, kunjungannya ke Bumi Mina Tani lantaran melihat beberapa aspek. Salah satunya dari pertanian yang setiap tahunnya menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan selalu meningkat setiap tahun. Bahkan, petani bisa panen tiga hingga empat kali dalam setahun.

"Dan itu (pertanian) ditopang oleh dua waduk besar. Artinya sistem irigasi di sini lebih baik. Di sana (Kulon Progo) hanya ada satu waduk besar. Bahkan karena pengaruh pertambangan terjadi pendangkalan waduk," jelasnya.
"Dan itu (pertanian) ditopang oleh dua waduk besar. Artinya sistem irigasi di sini lebih baik. Di sana (Kulon Progo) hanya ada satu waduk besar. Bahkan karena pengaruh pertambangan terjadi pendangkalan waduk," jelasnya.Selain itu, dari segi infrastruktur Pati lebih bagus. Terutama irigasi, ada 387 Daerah Irigasi (DI) yang terawat bagus sehingga memicu untuk studi referensi."Setelah itu dari ketenagakerjaan. Komitmen disnaker Pati bagus, di mana arahan dari Bupati jika semua OPD harus saling menopang. Inovasi bagus dan UMK (Pati) lebih tinggi,"imbuhnyaDirinya juga mengatakan jika iklim investasi di Pati cukup bagus. Tingkat kenyamanan juga terpenuhi dan sosial masyarakat mendorong investor meliriknya. Sehingga hal itu perlu dipelajari. Reporter: Cholis AnwarEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler