Jauh-Jauh dari Kulon Progo, Wakil Rakyat Ini Ternyata Ingin Belajar Pertanian di Pati
Cholis Anwar
Rabu, 5 Februari 2020 15:01:52
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Anggota Komisi D DPRD Pati Noto Subiyanto mengatakan, para wakil rakyat Kulon Progo ini datang dalam rangka ngangsu kaweruh terkait model pertanian dan sistem irigasi yang diterapkan Pemkab Pati. Itu lantaran pertanian di Pati ditopang dua waduk besar, yakni Seloromo dan Gunungrowo.
"Pertanian kita surplus karena pengairan bagus. Di sana (Kulon Progo) tidak seperti kita," katanya, Rabu (5/2/2020).
Karena itu, ia mengusulkan untuk membuat waduh dengan skala besar supaya irigasi dan pengairan bisa tercukupi. Kalau hanya mengandalkan embung, ia menilai kurang begitu efektif. Ini lantaran, air embung hanya akan penuh di musim hujan saja. Sedangkan jika kemarau datang embung akan mengering.
"Jadi lebih baik buat waduk besar. Itu lebih bagus dari pada (membuat) ratusan embung," jelasnya
Sementara Ketua DPRD Kulon Progo Akhid Nuryati mengatakan, kunjungannya ke Bumi Mina Tani lantaran melihat beberapa aspek. Salah satunya dari pertanian yang setiap tahunnya menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan selalu meningkat setiap tahun. Bahkan, petani bisa panen tiga hingga empat kali dalam setahun.
"Dan itu (pertanian) ditopang oleh dua waduk besar. Artinya sistem irigasi di sini lebih baik. Di sana (Kulon Progo) hanya ada satu waduk besar. Bahkan karena pengaruh pertambangan terjadi pendangkalan waduk," jelasnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



