Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala DKK Pati Edi Siswanto mengatakan, sejauh ini memang belum ada warga yang terinveksi virus corona. Meski begitu, pihaknya mengaku bergerak cepat untuk mengantisipasi penyebaran virus mematikan tersebut. Apalagi, setiap tenaga medis sudah diberikan pemahaman penanganan virus corona.

"Karena itu setiap puskesmas menjadi posko kesiapsiagaan novel corona virus," katanya, Rabu (5/2/2020).

Dia juga mengaku sudah bekerjasama dengan pihak desa maupun kecamatan untuk memantau orang asing maupun warga setempat yang baru datang dari China. Ini lantaran, proses penularan virus corona pertama kali ditemukan di China.

"Pihak desa maupun kecamatan sudah kami beri penjelasan tentang ini. Setiap ada Warga Negara Asing, terutama dari China yang bermukim harus melapor," imbuhnya.
"Pihak desa maupun kecamatan sudah kami beri penjelasan tentang ini. Setiap ada Warga Negara Asing, terutama dari China yang bermukim harus melapor," imbuhnya.Sementara data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) total kasus novel coronavirus sudah mencapai 20.630 kasus. Dari jumlah tersebut, China merupakan negara terbesar yang terjangkit. Yakni mencapai 20.471 kasus. Reporter: Cholis AnwarEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler