Tak Ada Sentra Pembibitan, Peternak Nila di Pati Terpaksa Beli Bibit ke Yogyakarta
Cholis Anwar
Jumat, 7 Februari 2020 15:39:18
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Akibatnya, setiap kali para peternak membutuhkan bibit nila, mereka harus pergi keluar daerah untuk membeli bibit tersebut. Sehingga, ongkos pengeluarannya juga bertambah.
Salah satu peternak nila Desa Keboromo Syah Jihan Albi (27) mengatakan, sebagian besar peternak nila Tayu membeli bibit dari Yogyakarta dan Purwodadi. Hal itu terpaksa dilakukan karena di Pati sendiri masih minim penjual bibit yang bagus.
"Untuk harganya perseribu ekor, dari Yogya sampai ke lokasi mencapai Rp 70 ribu. Sementara para peternak biasanya membeli bibit hingga puluhan ribu," katanya, Jumat (7/2/2020).
Hal ini, lanjut Jihan, jelas akan mengeluarkan ongkos lebih banyak. Sedangkan apabila di Pati ada pembibitan nila yang kualitasnya bagus, setidaknya akan mengurangi 15 rupiah per ekornya.
Dia mengakui, di Pati memang ada pembibitan nila, tetapi skalanya kecil. Sementara kebutuhan peternak cukup besar. Belum lagi kualitasnya juga masih diragukan.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



