40 Hektare Sawah di Jambean Kidul Tergenang Banjir, Kerugian Capai Rp 1,4 Miliar
Cholis Anwar
Selasa, 18 Februari 2020 15:10:21
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Parahnya lagi, genangan banjir itu sering terjadi sejak umur tanaman baru 40 hari. Sementara untuk padi siap panen, membutuhkan waktu sekitar tiga bulan.
Ketua Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Jambean Kidul Kamelan mengatakan, akibat banjir tersebut, petani dipastikan merugi hingga Rp 35 juta setiap hektarenya. Padahal, lahan yang ditanami padi mencapai 40 hektare.
”Untuk kerugian tinggal mengkalikan saja. Total ada 40 hektare dikali Rp 35 juta. Jumlahnya mencapai Rp 1,4 miliar,” katanya, Selasa (18/2/2020).
Ia menjelaskan, saat ini ketinggian air yang merendam areal sawah mencapai 75 sentimeter. Jika lahan normal dan tidak terendam banjir, saat ini padi sudah siap panen.
”Di wilayah ini kami yang pertama kali menanam padi. Kemudian disusul 210 hektare sawah lainnya. Tapi ini sudah 50 hari terendam air. Meskipun sudah saatnya panen kami tak bisa berharap banyak,” terangnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



