Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Parahnya lagi, genangan banjir itu sering terjadi sejak umur tanaman baru 40 hari. Sementara untuk padi siap panen, membutuhkan waktu sekitar tiga bulan.

Ketua Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Jambean Kidul Kamelan mengatakan, akibat banjir tersebut, petani dipastikan merugi hingga Rp 35 juta setiap hektarenya. Padahal, lahan yang ditanami padi mencapai 40 hektare.

”Untuk kerugian tinggal mengkalikan saja. Total ada 40 hektare dikali Rp 35 juta. Jumlahnya mencapai Rp 1,4 miliar,” katanya, Selasa (18/2/2020).

Ia menjelaskan, saat ini ketinggian air yang merendam areal sawah mencapai 75 sentimeter. Jika lahan normal dan tidak terendam banjir, saat ini padi sudah siap panen.

”Di wilayah ini kami yang pertama kali menanam padi. Kemudian disusul 210 hektare sawah lainnya. Tapi ini sudah 50 hari terendam air. Meskipun sudah saatnya panen kami tak bisa berharap banyak,” terangnya.

Dia menambahkan, lokasi yang tergenang banjir itu memang berdekatan dengan sungai Silugonggo. Bahkan ketinggian sungai dengan areal sawah hampir sama."Kalau intenaitas hujan tinggi dan sungai Silugonggo banjir, pasti lahan persawahan itu juga ikut tergenang," terangnya.Dirinya berharap ada normalisasi sungai Silugonggo. Selain sering menggenangi sawah warga, sungai Silugonggo juga sudah mengalami pendangkalan. Reporter: Cholis AnwarEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler