Beredar Isu Tisu Basah Bisa Jadi Masker Alternatif, Begini Penjelasan Direktur RSUD Soewondo Pati
Cholis Anwar
Rabu, 4 Maret 2020 17:39:25
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Menurutnya, masker dan tisu basah fungsinya sangat berbeda jauh. Masker sendiri dibuat khusus untuk mencegah virus dan bakteri masuk ke dalam tubuh. Sementara fungsi itu tidak dimiliki pada bahan tisu basah.
”Masker memiliki lapisan-lapisan tertentu, di luarnya, di dalamnya, di tengahnya ada untuk menyaring bakteri dan virus, kemudian masih dilapisi lagi. Kalau tisu basah kan cuma tisu basah saja, gak ada pelapis-pelapis seperti masker. Kurang aman, tidak disarankan,” ujarnya.
Selain itu, ia menyebutkan jika kebiasaan mencuci tangan sangat berpengaruh untuk menghindarkan Covid-19. Kebiasaan ini tidak mengharuskan memakai cairan antiseptik seperti hand sanitizer.
”Tidak harus hand sanitizer, jadi kalau saat ini masker dan hand sanitizer mulai langka karena takut. Sebenarnya malah bagus pakai sabun dan air mengalir untuk cuci tangan, gak harus hand sanitizer. Namun memang, untuk di luar ruangan kan gak mungkin bawa sabun sama air,” terangnya.
Sementara untuk menghindarkan diri dari virus, dia menyarankan, untuk sementara waktu menghindari ruang publik yang ramai akan interaksi.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



