Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Menurutnya, masker dan tisu basah fungsinya sangat berbeda jauh. Masker sendiri dibuat khusus untuk mencegah virus dan bakteri masuk ke dalam tubuh. Sementara fungsi itu tidak dimiliki pada bahan tisu basah.

”Masker memiliki lapisan-lapisan tertentu, di luarnya, di dalamnya, di tengahnya ada untuk menyaring bakteri dan virus, kemudian masih dilapisi lagi. Kalau tisu basah kan cuma tisu basah saja, gak ada pelapis-pelapis seperti masker. Kurang aman, tidak disarankan,” ujarnya.

Selain itu, ia menyebutkan jika kebiasaan mencuci tangan sangat berpengaruh untuk menghindarkan Covid-19. Kebiasaan ini tidak mengharuskan memakai cairan antiseptik seperti hand sanitizer.

”Tidak harus hand sanitizer, jadi kalau saat ini masker dan hand sanitizer mulai langka karena takut. Sebenarnya malah bagus pakai sabun dan air mengalir untuk cuci tangan, gak harus hand sanitizer. Namun memang, untuk di luar ruangan kan gak mungkin bawa sabun sama air,” terangnya.

Sementara untuk menghindarkan diri dari virus, dia menyarankan, untuk sementara waktu menghindari ruang publik yang ramai akan interaksi.

”Jangan sering menyentuh muka, hindari itu. Kadang-kadang kan belum cuci tangan langsung sentuh muka. Hindari cipika-cipiki untuk sementara,” imbuhnya.Dia menambahkan, jika ada warga yang merasa terkena virus corona lantaran memiliki riwayat bersinggungan dengan Warga Negara Asing (WNA), serta lepas dari perjalanan luar negeri.”Kalau bisa jangan langsung pergi sendiri di klinik untuk berobat, jangan. Telepon saja bisa ke Dinkes atau rumah sakit, nanti ada tim yang akan menjemput,” tutupnya. Reporter: Cholis AnwarEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler