Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Di meja pendfataran, nampak ada seorang laki-laki yang sibuk memilah berkas para pemohon. Sesekali, beberapa orang turut membantu mengisi berkas yang disiapkan. Suasana riuh pun terjadi. Apalagi Kondisi ruangan cukup panas dan pengap.
Di luar ruangan yang panas, puluhan orang harus menunggu lama. Setelah berkas diserahkan, mereka tinggal menunggu panggilan petugas untuk melakukan tes psikologi tersebut.
Perihatin dengan kondisi itu, salah satu pemohon SIM, yakni Warto yang merupakan warga Winong pun menilai, tempat tes psikologi itu sungguh tidak representatif. Dengan ruangan yang sempit dan petugas yang terbatas, tidak sebanding dengan jumlah para pemohon.
[caption id="attachment_184104" align="alignnone" width="1280"]
Para pemohon SIM antre untuk melakukan tes psikologi (MURIANEWS/Cholis Anwar)[/caption]"Kalau menurut saya, ini sangat tidak cocok, karena lokasinya berbeda dengan pembuatan SIM," katanya.
Menurutnya, tempat Tes Psikologi harus satu atap dengan tempat Pembuatan SIM. Apabila lokasinya terpisah, tentu itu akan memberatkan bagi para pemohon.
"Kalau tempatnya satu atap, tidak masalah. Kasihan yang harus bolak balik. Kalau yang tidak tahu kan repot," imbuhnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



