Kades di Pati Diminta Aktif Mendata Warga dari Perantauan
Cholis Anwar
Jumat, 27 Maret 2020 14:22:36
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Hal itu agar Gugus Tugas Percepatan Penaganan Covid-19 di Pati dapat berjalan dengan baik. Selain itu, mereka yang teridentifikasi terpapar virus bisa secepatnya dilakukan penanganan.
Apalagi, sesuai data yang disampaikan, hingga saat ini ditetapkan 271 orang dalam pemantauan (ODP). Kebanyakan mereka merupakan warga Pati yang baru saja pulang dari luar daerah dan luar negeri.
"Untuk ODP sebanyak 338, 138 di antaranya telah melewati masa inkubasi. Jadi, masih ada 100 ODP yang kami pantau intensif. Selain itu, ada 171 ODP yang baru ditetapkan," jelasnya saat jumpa pers di Pendapa, Jumat (27/3/2020).
Pihaknya, meminta camat dan kepala desa/lurah untuk aktif melakukan pendataan terhadap warganya yang baru saja pulang dari luar daerah dan luar negeri. Mereka bersama tenaga medis di masing-masing tingkatan diinstruksikan untuk menyisir warganya yang masuk kategori tersebut.
Dalam kesempatan itu, bupati juga menyinggung masyarakat yang masih mengabaikan arahan pemerintah untuk menjaga jarak (social distancing) dan menghindari kerumunan. Dia mengajak warga Pati untuk menyadari bersama atas kemerebakan Covid-19 sehingga harus bersama-sama melakukan pencegahan.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



