Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Omset para pedagang juga mengalai perunuran derastis, sehingga lebih banyak dari mereka yang menutup sementara usahanya.

Hal itu sebagaimana yang dirasakan oleh Hana Tri Wahyuni , pemilik Rumah Makan Rindang 86. Dirinya mengaku usahanya saat ini sedang terpukul. Mengingat, hanya beberapa orang saja yang masih keluar rumah untuk mengisi perut di rumah makan.

Terlebih dengan adanya kebijakan sosial distancing dan imbauan dari masyarakat agar melakukan aktivitas pekerjaan dari rumah. Bagi rumah makan yang sebagian besar pelanggannya adalah para pekerja, tentu hal itu sangat merugikan.

Namun, Hana mengaku tetap optimistis lantaran ini adalah musibah bersama yang sudah terlanjut menjalar ke mana-mana. Semua orang sudah pasti ingin menjaga kesehatannya agar tidak terpapar virus corona.

“Warung sepi. Mau bagaimana lagi, ini musibah bersama dan harus diselesaikan bersama. Kami sih tidak masalah, yang penting semuanya tetap sehat,” katanya, Kamis (16/4/2020).

Lebih lanjut, selama pandemi Covid-19 ini, dia mengakui omset dari penjualan di rumah makan Rindang 86 mengalami penurunan derastis. Bahkan diakui penuruhan mencapai 50 persen hingga 100 persen. Ditambah dengan adanya pembatasan jam buka hingga pukul 1.00 WIB.

“Sebelum pandemi, omzet per hari bisa mencapai Rp 7 hingga Rp 8 juta, tetapi selama pandemi berlangsung, omzet hanya Rp 3 juta hingga Rp 4 juta,” terangnya.Dari omzet tersebut, tentunya akan dipotong untuk biaya permodalan, pembelian barang dagangan dan lain sebagainya. Dia mengaku, untuk laba bersih setelah dipotong berbagai kebutuhan itu, tidak lah seberapa.“Turun sangat tajam. Karena itu, kami hanya menyiapkan barang seadanya. Sehingga apabila tidak laku, barang tidak terbuang banyak. Karena ini Rmah Makan, barangnya juga tidak semua tahan lama,” imbuhnya.Dirinya berharap, pandemi corona ini segera berakhir, sehingga mayarakat bisa kembali beraktivitas secara normal. Pemerintah juga diharapkan lebih maksimal dalam menangaini wabah Covid-19 ini, agar persebarannya tidak semakin meluas. Dengan begitu, maka UMKM bisa kembali bernafas lebih lega. Reporter: Cholis AnwarEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler