Wakil Ketua DPRD Pati Pertanyakan Penggunaan Anggaran Penanganan Covid-19
Cholis Anwar
Selasa, 28 April 2020 11:59:44
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Pasalnya, banyak masyarakat yang mempertanyakan anggaran tersebut. Apalagi anggarannya juga tidak sedikit.
Wakil Ketua DPRD Pati Joni Kurnianto mengatakan, berdasarkan masukan dari masyarakat, tindakan tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pati ini dinilai sangat lambat. Hal itu menjadi pertanyaan masyarakat Pati saat ini.
"Karena kami lihat, ternyata di Rumah Sakit maupun puskesmas juga masih kekurangan Alat Pelindung Diri (APD). Kalau saya dengar, masker untuk tenaga medis itu digunakan dua kali dalam seminggu. Ini kan sangat minim," katanya, Selasa (28/4/2020).
Padahal, lanjut Joni, anggaran yang sudah diberikan untuk penanganan Covid-19 ini cukup besar. Yang sudah ada di refocusing sebesar Rp 32 miliar dari APBD. Kemudian rencana kedepan juga akan ditambah lagi menjadi Rp 139 miliar.
Kemudian dari Rp 32 miliar itu, sejumlah Rp 14 miliar adalah dikhususkan untuk perlengkapan kesehatan para tenaga medis. Lebih dari itu, para pengusaha swasta juga turut membantu.
"Tapi kali lihat di puskesmas, di RSUD Soewondo, di RSUD Kayen, kok (perlengkapan medisnya) masih kurang. Ini larinya ke mana," tanya Joni.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



