Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Meski begitu, para pedagang masih berjualan tepat disamping los yang dilahap api tersebut. Hal itu terpaksa dilakukan supaya dapur tetap mengepul.

Kabid Pengelolaan Pasar pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdagperin) Pati BJ Ishrony mengatakan, musibah ini memang tidak terduga. Pihaknya pun secepat mungkin membuang puing-puing menggunakan alat berat.

"Kalau puing-puing sudah bersih, nanti akan kami tata ulang untuk dijadikan kios darurat," terangnya, Senin (11/5/2020).

Dia menambahkan, untuk merenovasi dua los pasar ini, pihaknya mengaku belum ada anggaran. Sehingga langkah cepat yang dilakukan hanya membuat kios darurat. Apalagi, ada sekitar 40 pedagang yang terdampak.

Baca: Pasar Porda Juwana Dilalap Si Jago Merah

"Pembersihan dalam waktu dua tiga hari sudah selesai lah. Paling yang membutuhkan waktu cukup lama nanti membuat kios daruratnya. Kan bagian atap yang terbuat dari besi juga banyak yang rusak," imbuh Rony.

Sementara salah seorang pedagang Sulastri mengaku, banyak bumbu dagangannya ludes terbakar. Apalagi, saat kejadian, ia tak langsung tahu hingga membuat daganganya tak terselamatkan."Tidak saya aja, pedagang lain juga tidak tahu kejadian awalnya. Barang yang ada di dalam juga tidak terselamatkan," katanya.Dirinya berharap pihak pengelola pasar bisa segera memperbaiki los yang terbakar itu. Mengingat, menjelang lebaran kali ini, hasil penjualan biasanya laris."Mau bagaimana lagi, padahal ini sedang ramai-ramainya pembeli. Semoga pasarnya segera diperbaiki, kita bisa kembali berjualan," harapnya. Reporter: Cholis AnwarEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler