Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala TPI Juwana Unit II Tri Widodo menjelaskan, penurunan itu terjadi lantaran pandemi Covid-19. Sehingga, nelayan yang bongkar ikan di TPI juga berkurang.

"Setiap hari kuota bongkar kapal adalah 18 kapal. Tetapi selama masa pandemi ini, palinb banter hanya sembilan kapal setiap hari," katanya, Selasa (12/5/2020).

Dia menambahkan, untuk sekali bongkar membutuhkan waktu satu hari. Tentunya apabila sudah ada pembeli yang menunggu untuk mengambil ikan.

Akan tetapi, apabila tidak ada pembeli, aktivitas bongkar ikan bisa sampai tiga hari. Rata-rata ikan langsung dimadukkan ke cold storage untuk menjaga kesegaran ikan.

"Sekarang susah. Banyak pembeli yang bingung karena tidak bisa langsung menjual ikan ke pasar. Apalagi kalau keluar daerah," imbuhnya.
"Sekarang susah. Banyak pembeli yang bingung karena tidak bisa langsung menjual ikan ke pasar. Apalagi kalau keluar daerah," imbuhnya.Pihaknya pun memprediksi kondisi semacam ini akan terus berlanjut hingga menjelang lebaran. Sebab, apabila dibandingkan tahun lalu, mulai pertengahan ramadan, aktivitas bongkar ikan sudah sangat ramai."Bahkan dulu sampai ada yang antre hingga satu minggu untuk bisa bongkar," tutupnya. Reporter: Cholis AnwarEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler