Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Namun bagi produsen otak-otak bandeng khas Pati, justru mengalami hal yang berbeda. Meski di tengah pandemi, oplah penjualan justru cukup signifikan. Bahkan permintaan dari luar daerah sudah mulai menumpuk sejak bulan Maret lalu.
Produsen otak-otak Bandeng Wawan Hariono yang berada di Desa Kenanti, Kecamatan Dukuhseti mengatakan, di hari biasa, ia hanya mampu memenuhi permintaan pasar sebesar 20 kilogram per hari. Namun, menjelang lebaran ini permintaan meningkat hingga 60 kilogram per hari.
“Permintaan meningkat sebelum puasa kemarin hingga hari ini menjelang lebaran. Permintaan paling banyak datang dari Jakarta, Semarang, Blora, dan Salatiga,” katanya, Kamis (21/5/2020).
Dia juga mengaku, penjualan tidak begitu terpengaruh dengan adanya pandemi ini. Pasalnya, dia lebih memanfaatkan media sosial untuk promosi. Sehingga untuk pendistribusian pesanan lebih banyak menggunakan jasa pengiriman.
“Untuk per ekor otak-otak bandeng ukuran kecil kami menjualnya Rp 10.000, sedangkan untuk yang ukuran besar jualnya Rp 12.000. Kami juga jual paket sekilo isi lima dengan harga Rp 50.000,” terangnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



