Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Ketua FKPP Kajen KH M Mujiburrohman Ma'mun mengatakan, dengan adanya kesepakatan para pengasuh ponpes itu, pesantren yang sudah siap bisa untuk dibuka kembali. Hanya, harus ada standar kesehatan yang jelas untuk mengantisipasi persebaran Covid-19.

“Protokol keselamatan sudah kami susun untuk nantinya diterapkan bagi pesantren yang sudah siap membuka. Di Kajen ada puluhan pesantren yang berbeda dalam kepengasuhan, pengelolaan, dan penjurusannya,” katanya, Jumat (12/6/2020).

Kemudian terkait pengembalian santri ke Pesantren dipercayakan sepenuhnya pada kebijaksanaan dan kesiapan para Kiai serta pengasuh pesantren. Selain itu juga tetap memerhatikan arahan pemerintah, dalam hal ini kemenag dan dinas kesehatan.

"Dengan berpedoman pada protokol itu, masing-masing pesantren atau madrasah berwenang menentukan kapan dilakukan pengaktifan kembali operasionalnya," terang Gus Mujib.

Lebih lanjut, sampai saat ini regulasi terkait new normal pesantren dari pemerintah belum ada. Sehingga, pihaknya pun mengaku tidak bisa terus menunggu.

"Para santri, wali santri, dan masyarakat umum sudah banyak yang menanyakan kepada kita, kapan pesantren akan kembali dibuka,” ungkapnya.Gus Mujib juga berharap agar pemerintah membantu melengkapi sarana prasarana pesantren. Seperti membantu pengadaan alat thermo gun, peralatan semprot disinfektan, wastafel dan cairan disinfektan, handsanitizer, sabun cair juga vitamin-vitamin.“Bukan alat rapid test, yang menurut hemat kami, akurasi dan kemanfaatannya kurang maksimal, apalagi harganya cukup mahal," tandasnya. Reporter: Cholis AnwarEsitor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler